Fatimah Binti Maimun
Fatimah binti Maimun atau dikenal dengan Putri
Retno Suwari, adalah putri dari Mahmud Syah Alam dari Kamboja yang
dengan rela mengorbankan dirinya sebagai wanita persembahan untuk
mengislamkan Raja Majapahit yang waktu itu beragama Hindu.
Makam Fatimah binti Maimun sekarang juga menjadi salah satu obyek wisata
ziarah di Gresik dan menjadi makam Islam tertua di Indonesia, dan
bahkan se Asia Tenggara. Makam ini terletak di desa Leran, kecamatan
Manyar, sekitar 5 Km kearah jalur Pantura.
Model makam Fatimah binti Maimun ini sangat unik, dengan bentuk cungkup
menyerupai candi dan dinding atapnya terbuat dari batu putih kuno.
Bentuk cungkup pada makam tersebut terlihat seperti candi karena dibuat
atas permintaan Raja Majapahit.
Fatimah Binti Maimun datang ke pulau Jawa dan mendaratkan kapal dagangnya di desa Leran, sebelah barat kota Gresik,
kalau sekarang masuk wilayah kecamatan Manyar. Di Leran di temukan
situs berupa batu nisan yang merupakan bukti prasasti arkeologis, di
batu nisan tersebut bertuliskan :
- Bismillahirrahmanirrahim, kullu man
- Alaiha Fanin wayabqa wajhu rabbika dzul jala
- Li wal ikram. Hadza qabru syahidah
- Fatimah binti maimun bin hibatallah tuwuffiyat
- Fi yaumi al jum’ah….min rajab
- Wa fii sanatin khomsatin wa tis’ina wa arba’i mi’ atin ila rahmati
(sebagian orang membaca kata “ wa tis’ina “ dengan bacaan “ wa sab’ina
“)
- Allah…..shodaqallah al adzim wa rasulihi al karim.
Artinya dalam bahasa Indonesia :
- Dengan nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang setiap orang.
- Adalah fana atau hancur, hanya wajah Allah sajalah yang kekal
- Dia maha agung lagi maha mulia. Ini adalah kubur seorang pemimpin wanita
- Fatimah binti Maimun bin Hibatallah. Dia meninggal
- Pada hari jum’at…..bulan Rajab
- Tahun 495 H (sebagian membaca 475 H). Dia kembali ke rahmat
- Allah….memang benar Allah yang maha agung dan rasulnya yang maha mulia.
Pemimpin perempuan muslim, pada
tahun 475 Hijriyah, atau bertepatan dengan angka tahun masehi 1082
Masehi, demikian pula ada pendapat yang mengatakan 495 Hijriyah, atau
bertepatan dengan angka tahun 1102 Masehi. Dilihat dari angka tahun yang
tertulis dari batu nisan, bahwa perjuangan yang dilakukan oleh Fatimah binti maimun dalam
proses Islamisasi pulau Jawa pada umumnya, untuk daerah pesisir Gresik
pada khususnya, yang memasuki waktu bertepatan dengan kekuasaan raja
Hindu yang bernama Airlangga, dan suasana masyarakat Jawa pada umumnya menganut peradaban patriarki, secara tidak langsung apa-apa yang di lakukan oleh Fatimah binti maimun
dalam memperjuangkan proses Islamisasi kurang mendapat respons dan
pengawasan oleh penguasa kerajaan Mataram Hindu pada waktu itu. Akan
tetapi di sisi lain bahwa Fatimah binti Maimun telah membuka hubungan dagang dari Cina, India, dan Timur Tengah.
Sebuah mangkuk keramik. Banyak terdapat berserakan, ada yang
tertimbun tanah dan juga juga yang timbul diatas tanah. Menurut hasil
survey lapangan di desa Leran dusun Pesucinan. Penulis diantar oleh
salah satu perangkat desa Leran, lantas dia pun bercerita, bahwa disini
(Leran), memang merupakan kota kuno yang telah hilang bahkan dia
menunjukkan keramik-keramik kuno yang berbentuk mangkuk.Kalau dilihat
dan diamati dengan seksama dan teliti, bahwa yang sekarang ini desa
Leran merupakan sebuah kota kuno yang sudah tersentuh oleh
peradaban-peradaban Islam melalui proses dagang yang berskala
internasional saling menguntungkan.
Demikian juga dengan berita yang di buat oleh tim penelitian
arkeologi nomer 48, judulnya “laporan penelitian arkeologi di situs pesucinan kecamatan Manyar
(1994-1996)“. Disitu ditemukan sebuah mangkuk keramik abad ke 10 – 11
masehi yang di temukan berdasarkan hasil penggalian dan eskavasi di
dusun pesucinan desa Leran Manyar Gresik.
Di salah satu pulau nusantara, Jawa pada zaman itu sudah terjadi
interaksi sosial yang bersifat global, dan bahwa juga masyarakat Gresik
telah mengenal pedagang-pedagang Islam yang bersifat penuh sopan santun
dan akhlaq yang mulia. Sehingga menimbulkan rasa simpati dari penduduk
sekitar.